Hari ini aku memulai puasa Ramadhan.
Ada rasa yang berbeda setiap kali bulan ini datang. Bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tapi tentang menahan diri — dari amarah, dari keluh kesah, dari hal-hal yang sering membuat hati gelisah.
Ramadhan selalu seperti tombol “reset”.
Pelan-pelan memperbaiki yang retak.
Diam-diam menenangkan yang kusut.
Pagi ini terasa lebih sunyi. Waktu berjalan sedikit lebih lambat. Ada ruang untuk berpikir, untuk mengevaluasi diri, untuk bertanya: sudah sejauh mana aku bertumbuh?
Puasa mengajarkan sabar dalam bentuk paling sederhana.
Menahan.
Menunggu.
Percaya bahwa ada waktu berbuka yang indah.
Semoga Ramadhan tahun ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi benar-benar menjadi perjalanan. Perjalanan memperbaiki hati, memperkuat niat, dan memperhalus cara kita memandang hidup.
Hari pertama ini adalah awal.
Dan setiap awal selalu membawa harapan.
Selamat menunaikan ibadah puasa. 🌙

0 komentar:
Posting Komentar