21 Maret 2026

 

Setelah Ramadan berlalu, hidup perlahan kembali seperti semula.
Rutinitas datang lagi, kesibukan mulai memenuhi hari, dan tanpa sadar… hati kembali ramai.

Padahal, dulu di bulan Ramadan, semuanya terasa lebih tenang.
Ada jeda dalam setiap langkah. Ada kesadaran dalam setiap tindakan.

Lalu kita bertanya dalam hati:
ke mana perginya rasa itu?

Mungkin bukan hilang.
Hanya tertutup oleh hal-hal yang kembali kita biarkan masuk.

Idul Fitri mengingatkan bahwa ketenangan bukan sesuatu yang datang dari luar.
Ia tumbuh dari dalam—dari hati yang tidak terlalu penuh oleh dunia.

Menjaga hati tetap tenang bukan berarti menjauh dari kehidupan.
Tapi belajar untuk tidak larut sepenuhnya di dalamnya.

Pelan-pelan saja.
Kurangi yang tidak perlu, dekatkan yang bermakna.

Karena mungkin, yang kita cari selama ini…
bukan hidup yang lebih ramai, tapi hati yang lebih damai.

 

 

Baca juga:

- Refleksi Idul Fitri (1): Kembali pada Fitrah  

- Refleksi Idul Fitri (3): Menerima Diri, Memaafkan Diri  
- Refleksi Idul Fitri (4): Ketika Kebahagiaan Tidak Perlu Ramai   
 

-Refleksi Idul Fitri (5): Menjaga yang Kecil, yang Sering Terlupa
-Refleksi Idul Fitri (6): (Isi sesuai judul nanti)

Baca Juga - Makna Idul Fitri Setelah Ramadan

 

 


0 komentar:

Posting Komentar

About

Ruang Pelan adalah tempat untuk berhenti sejenak — ruang untuk berpikir, bernapas, dan berjalan tanpa tergesa.

Baca selengkapnya →

Popular Posts