27 April 2026


Ada masa ketika saya merasa harus bergerak cepat.

Cepat memutuskan, cepat membeli sesuatu, cepat mengikuti apa yang sedang ramai. Rasanya kalau tidak begitu, saya akan tertinggal.

Tapi semakin bertambah waktu, saya mulai melihat sesuatu yang berbeda.

Ternyata tidak semua hal membutuhkan kecepatan.

Beberapa hal justru terasa lebih tepat ketika dijalani tanpa tergesa.

Saya mulai menyadari ini dari hal-hal sederhana. Dari keputusan kecil yang tidak jadi saya ambil terburu-buru. Dari rencana yang sengaja saya tunda. Dari keinginan yang saya diamkan beberapa waktu — lalu saya tanyakan kembali pada diri sendiri, “Apakah ini benar-benar perlu?”

Sering kali jawabannya berubah.

Menunggu ternyata bukan selalu tentang kehilangan kesempatan. Kadang justru tentang memberi ruang agar kita bisa melihat lebih jernih.

Dunia hari ini seperti mendorong kita untuk terus berlari. Segala sesuatu dibuat cepat — bahkan kadang terlalu cepat. Tanpa sadar, kita ikut terbawa ritmenya.

Padahal hidup bukan lomba.

Tidak ada garis finis yang harus dicapai sebelum orang lain.

Sejak itu saya mulai belajar berjalan dengan tempo sendiri. Tidak selalu mudah, karena sesekali masih muncul dorongan untuk menyamai langkah orang lain. Tapi sekarang saya tahu — pelan bukan berarti diam, dan tidak tergesa bukan berarti tidak bertumbuh.

Justru dalam langkah yang lebih tenang, saya merasa bisa menikmati perjalanan. Bisa memperhatikan lebih banyak hal. Bisa hadir lebih utuh.

Mungkin pada akhirnya, hidup memang tidak meminta kita untuk selalu cepat.

Hanya meminta kita untuk tetap berjalan.

Dengan cara yang sanggup kita nikmati.

— Setiyo


0 komentar:

Posting Komentar

About

Ruang Pelan adalah tempat untuk berhenti sejenak — ruang untuk berpikir, bernapas, dan berjalan tanpa tergesa.

Baca selengkapnya →

Popular Posts