15 Juli 2026



Ada keputusan dalam hidup yang membutuhkan lebih dari sekadar pertimbangan logis — ia melibatkan perasaan, harapan, bahkan masa depan yang belum terlihat. Memilih nama untuk seorang anak adalah salah satunya.

Nama bukan hanya tentang bagaimana ia akan dipanggil, tetapi tentang doa yang diam-diam akan berjalan bersamanya sepanjang hidup.

Ketika nama Fariz Arya Srinarendra akhirnya kami pilih, ada rasa tenang yang sulit dijelaskan. Seolah rangkaian kata itu sudah menemukan jalannya sendiri, membawa makna yang lebih besar daripada sekadar keindahan bunyi.

Fariz kami sematkan sebagai harapan agar ia tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan mampu membedakan mana yang benar dan mana yang keliru. Dunia tidak selalu mudah, karena itu kami berharap ia memiliki kejernihan berpikir dan keteguhan hati.

Arya adalah pengingat tentang kehormatan. Tentang menjadi manusia yang dihargai bukan karena apa yang dimiliki, tetapi karena karakter dan kebaikannya. Sebab pada akhirnya, kemuliaan sejati lahir dari sikap, bukan dari pengakuan.

Sementara Srinarendra membawa nuansa kepemimpinan — bukan sekadar memimpin orang lain, tetapi juga mampu memimpin dirinya sendiri. Teguh saat goyah, rendah hati saat berada di atas, dan tetap berjalan meski jalan terasa berat.

Jika kelak hidup memberinya banyak pilihan, semoga namanya selalu menjadi kompas yang mengarahkannya pada kebaikan.

Kami sadar, kami tidak akan selalu bisa menggenggam tangannya. Akan ada hari ketika ia melangkah sendiri, membuat keputusan sendiri, dan menemukan jalannya sendiri. Namun melalui namanya, kami menitipkan sesuatu yang tidak akan pernah lepas darinya — doa.

Kelak, orang-orang mungkin akan mengenalnya sebagai Rendra, atau memanggilnya Fariz dengan akrab. Apa pun panggilannya nanti, semoga ia selalu ingat bahwa namanya lahir dari cinta — dan di dalamnya ada doa yang tak pernah berhenti kami panjatkan.

Dan suatu hari nanti, ketika namanya dipanggil di tengah banyak orang — Fariz Arya Srinarendra — semoga itu bukan hanya menjadi sebuah identitas, tetapi juga pengingat bahwa ia selalu memiliki rumah untuk pulang, dan cinta yang tidak pernah berkurang.

Karena pada akhirnya, bukan hanya anak yang sedang bertumbuh.
Orang tua pun ikut belajar — tentang cinta yang semakin luas, tentang harapan yang semakin dalam, dan tentang keikhlasan untuk merelakan.

Semoga langkahmu kelak lebih jauh dari doa-doa kami hari ini.

 

NAMA DIBUAT 11 FEBRUARI 2026 19:24 WIB 


0 komentar:

Posting Komentar

About

Ruang Pelan adalah tempat untuk berhenti sejenak — ruang untuk berpikir, bernapas, dan berjalan tanpa tergesa.

Baca selengkapnya →

Popular Posts